Ganjil Genap: Sebuah Novel Metropop yang Relatable dan Beda dari yang Lain

Halo EnCodicts! Sekarang dalam segmen book kali ini, kita akan me-review sebuah novel metropop yang beda dari yang lain. Sebelum itu, kita akan membahas tentang apa itu novel metropop. Novel metropop adalah novel yang mengangkat cerita tentang masyarakat urban kelas menengah dengan segala lika-liku kehidupannya. Cerita genre metropop banyak digemari kalangan muda karena dibawakan dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh pembaca. Selain itu, tema kisah yang diangkat tidak jauh dari kehidupan mereka sehari-hari, seperti percintaan, karier, gaya hidup, dan romantisme. Hadirnya genre ini di Indonesia tidak lepas dari peran novel-novel fiksi terbitan Korea Selatan, Cina, dan Jepang yang melahirkan chicklit atau cerita-cerita kehidupan perkotaan di usia dua puluh hingga tiga puluh tahun dan biasanya bertema percintaan. Oleh karena itu tidak heran banyak novel metropop Indonesia yang bertemakan percintaan dan akhirnya menjadi sebuah trend.

Dalam artikel ini, kita akan me-review novel berjudul Ganjil Genap. Novel ini diklaim paling unik di antara novel metropop lainnya. Seperti apa sih novel ini? 

Cerita

“Gimana rasanya diputusin setelah berpacaran selama tiga belas tahun?”

Novel “Ganjil Genap” mengisahkan tentang seorang gadis bernama Gala yang mendadak diputuskan oleh pacarnya yang bernama Bara setelah menjalin hubungan selama tiga belas tahun. Semenjak itu hidupnya terasa ganjil. Keadaan pun semakin sulit setelah Gala mengetahui bahwa adiknya ingin segera menikah. Ditambah dengan fakta bahwa usianya hampir menginjak tiga puluh tahun, Gala akhirnya bertekad untuk kembali mendapat pasangan hidup. 

Bersama dengan ketiga sahabatnya, Nandi, Sydney, dan Detira, mereka pun menyusun strategi untuk mendapatkan jodoh. Segala cara mereka tempuh untuk mendapatkan pria idamannya. Akankah Gala akhirnya bisa menemukan pasangan untuk melengkapi hari-hari ganjilnya?

Review

Cukup banyak novel-novel karya penulis Indonesia yang merupakan novel metropop, namun sayangnya cerita tersebut mulai terasa basi karena kurang relatable dengan kehidupan sehari-hari para pembaca, premis cerita yang terlalu umum dan penggambaran konflik yang dirasa terlalu lebay, seperti cerita tentang seorang gadis cantik dari daerah perkotaan dengan gaji yang sangat besar dan kehidupan yang begitu mewah yang harus menghadapi masalah yang begitu sulit hingga harus pergi ke Bali untuk menyelesaikan masalahnya. Tentunya para pembaca dari strata sosial yang lebih rendah akan sulit memahami cerita seperti ini.

Namun tidak halnya dengan novel ini, Almira Bastari sang penulis novel memiliki karya-karya yang beda dari yang lain. Ia tidak ragu untuk memasukkan semua hal yang menjadi sumber keluhan hidup para wanita urban, mulai dari yang bergaji rendah, bergaji sedang, hingga yang digaji tinggi. 

Nama Ganjil-Genap sebagai judul novel ini mewakili rutinitas Gala saat masih bersama mantannya selama bertahun-tahun. Demi mematuhi peraturan lalu lintas yang berlaku di Jakarta itu, Gala dan Bara sepakat bergantian mengantar dengan mobil berplat ganjil dan genap. Selain itu, ganjil-genap juga bisa diartikan sebagai betapa ganjilnya hidup Gala setelah ditinggal oleh Bara yang memilih tidak lagi menggenapi hari-harinya. 

Dalam novel ini, Almira menyoroti kegalauan wanita lajang di usia yang hampir mencapai deadline. Saking lamanya menjalin hubungan dengan Bara selama tiga belas tahun, Gala seperti sudah lupa bagaimana rasanya menjadi seorang jomblo. Hingga suatu ketika ia harus kembali menyandang status tersebut karena tiba-tiba diputusin oleh pacarnya. Apalagi hal ini terjadi saat keluarga Gala semakin mendesak Gala untuk segera menikah. Tentunya hal ini terasa menyakitkan bagi Gala, namun semua wanita yang hampir menginjak umur tiga puluh tahun juga merasakan hal yang sama, khususnya mereka yang sampai saat itu belum punya pasangan hidup. 

Karena Gala tidak memiliki pengalaman dalam dating pool, ia pun kebingungan dan menempuh segala cara untuk bisa mendapatkan pria idamannya, mulai dari minta dikenalkan oleh temannya hingga mengikuti biro jodoh eksklusif. Satu persatu pria yang ia temui tidak membuahkan hasil sehingga ia pun merasa capek sendiri. Apalagi dengan keluarganya yang seolah tidak memberikan support kepadanya. Para pembaca tentunya juga akan merasakan hal yang sama saat membaca bagian ini, apalagi mereka yang masih lajang dan kesulitan mencari jodoh tentunya akan merasa bahwa cerita ini memang relatable dengan mereka.

Cara Almira Bastari menceritakan kesulitan Gala dalam mencari jodoh bisa dibilang menarik. Tentunya kita semua pernah mengalami kesulitan semacam ini atau bahkan ada yang sedang mengalami hal ini sekarang. Sebagaimana yang dialami Gala, kita juga pernah mencoba menjalin hubungan dengan beberapa orang dengan sifat yang berbeda, seperti contohnya fuckboy, softboy, atau Mr. Right Guy at the Wrong Time. Semua pria dengan kepribadian tersebut pernah singgah di kehidupan Gala. Para pembaca, khususnya perempuan, tentunya juga pernah menjalin hubungan dengan pria dengan sifat-sifat tersebut. Tidak hanya dalam urusan jodoh, sebagian besar kejadian di cerita ini memang juga terjadi pada para pembaca sehingga membaca buku ini tak ubahnya seperti sedikit bercermin kepada diri sendiri. Dan untuk ending, tidak seperti kebanyakan novel metropop yang memiliki ending yang terlalu klise dan monoton, Ganjil-Genap memiliki ending yang realistis dan benar-benar mencerahkan sehingga memberi kesan yang berbeda dari yang lain.

Novel Ganjil-Genap merupakan novel yang mencerahkan bagi para pembacanya. Novel-novel karya Almira Bastari dikenal karena isinya yang beda dari yang lain dan Ganjil-Genap juga termasuk di dalamnya. Meski menggunakan premis cerita yang kurang lebih sama dengan novel metropop lain, penggambaran alur dan konflik yang lebih realistis membuat novel ini berbeda dari yang lainnya. Selain itu, kejadian-kejadian dalam cerita ini yang relatable dengan pembaca merupakan daya tarik tersendiri. Dengan semua kelebihan tersebut, tidak heran Ganjil-Genap menjadi salah satu novel paling berkesan di tahun 2020 ini.


Penulis: Kevin Alifiano

Editor: Indita Rahmanda

Jumlah Kata: 855

Referensi:

  • Gramedia Pustaka Utama (Gambar Sampul)

Published by EnCo Team

Your fun escape!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create your website at WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: